Sekar Arum Ayuningtyas
Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter mengguncang wilayah selatan Taiwan, Kamis (4/3) pukul 08.18 waktu setempat. Sebanyak 64 orang dilaporkan lula-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Pusat gempa berada di dekat Jiashian, 70 kilometer dari kota Kaohsiung. Getaran terasa hingga ke Taiwan, yang letaknya 400 kilometer utara Kaohsiung.
Gempa di wilayah Jiashian ini adalah gempa terbesar yang mengguncang wilayah ini selama lebih dari seabad. Selain itu, intensitas gempa tidak wajar bagi wilayah tersebut. Taiwan sering dilanda gempa bumi karena terletak di bentangan Pasifik yang aktif secara seimik. Akan tetapi, kebanyakan gempa yang mengguncang Taiwan kecil dan hampir tidak menyebabkan kerusakan besar.
Sebenarnya apa sih gempa itu?
Gempa adalah pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Proses terjadinya gempa yaitu ketika pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini menjalar menjauhi fokus gempa ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak atau tidak tergantung pada kekuatan sumber dari jarak fokus, di samping itu juga mutu bangunan dan mutu tanah di mana bangunan berdiri.
Mengapa gempa dapat terjadi?
Gempa dapat terjadi, karena lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir merupakan batuan yang relatife dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Dibawah lapisan ini terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya.
Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision) dan saling geser (transform). Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15 cm pertahun.
Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.
Dari tayangan di televisi menunjukan dinding-dinding retak dan langit-langit runtuh di banyak bangunan di Chiayi. Lima kebakaran terjadi dan melukai seorang karyawan. Dari hal ini, saya melihat kesigapan dari tim pemadam kebakaran yang langsung memadamkan api di lokasi kejadian. Pasca gempa, di Kota Nantou, aliran air dan listrik terputus. Sebuah kereta penumpang cepat yang menghubungkan utara dan selatan Taiwan tergelincir keluar rel. Cara yang baik telah dilakukan untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam kereta, karena dalam waktu dua jam para penumpang dapat dievakuasi dan dilaporkan tidak ada korban jiwa. Otoritas yang telah diperintahkan oleh Presiden Taiwan untuk mengikuti situasi pasca gempa dan mengambil langkah mitigasi bencana adalah hal yang tepat.
Gempa bumi memang berlangsung dengan cepat. Akan tetapi, kerusakan yang ditimbulkannya dapat membekas di hati para korbannya. Saya sendiri pernah merasakan yang namanya gempa. Di wilayah tempat tinggal saya, pernah terjadi beberapa kali gempa bumi. Kepanikan dan rasa takut adalah hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran saya. Rasanya seperti bangunan-bangunan akan runtuh. Jika terjadi hal seperti ini ini sebaiknya kita mencari tempat yang aman, jauh dari bangunan ataupun barang-barang yang dapat menimpa tubuh kita. Wilayah Indonesia sama halnya dengan wilayah Taiwan yang sering dilanda gempa bumi. Untuk itu kita harus selalu waspada. (S/11/3)
Maret 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar