Minggu, 14 Maret 2010

Pasukan elit dalam sejarah Islam

M. Adi Wicaksono

Sejarah dunia tidak hanya di miliki oleh bangsa-bangsa barat, khususnya dalam dunia kemiliteran. Sejarah islam pun pernah menorehkan sejarahnya dalam dunia kemiliteran ini dan pernah mengalami masa kejayaan karenanya.
    Sejarah mengenal Templar, Dragon, dan Johaniter bukanlah pasukan elit Kristen. Mereka itu lebih tepat disebut menyempal ke Kristen untuk memuluskan agenda mereka sendiri. Mereka menganggap John the Baptis sebagai Kristus, bukan Yesus. Mereka juga menganggap kekristenan itu terlalu �muda�, sedangkan mereka sudah ada sebelum kekristenan lahir. Sejarah mengenal Templar sebagai pasukan elit salib pada Perang Salib, mengalahkan Hospitaler yang lebih khusus bertugas merawat prajurit yang terluka di medan peperangan (namanya saja �Hospital�er). Namun Templar yang dielu-elukan dunia Kristen ternyata tidak sehebat namanya, karena Templar berhasil dihancurkan oleh pasukan Islam yang dipimpin Salahuddin Al-Ayyubi pada Palagan Hattin di tahun 1187. Bahkan relik kayu salib suci yang diyakini merupakan tiang salib Yesus berhasil dihancurkan oleh pasukan Islam ini sehingga tidak lagi menjadikan manusia musyrik.
    Setelah kalah dalam Palagan Hattin, Templar ini terusir dari Yerusalem dan kembali ke Eropa. Bahkan Gereja pada 13 Oktober 1307, mengumumkan perang terhadap Templar ini. Jadi, Templar dan juga konco-konconya, bukanlah pasukan elit Kristen dan tidaklah hebat-hebat amat.
    Soal pasukan elit Islam, Hasyasyin atau Assasin juga bukan pasukan Islam. Karena Assasin menghalalkan semua yang diharamkan oleh Islam, seperti menzinahi semua perempuan termasuk adik dan ibunya sendiri. Sejarawan Carole Hillenbrand yang non-Muslim saja dalam �Crusade� bahkan menyatakan jika Assasin ini telah bekerjasama dengan Templar dalam menjajah Yerusalem dalam Perang Salib pertama (1099). Assasin pula yang pernah mengancam akan membunuh panglima pasukan Islam, Shalahuddin al Ayyubi, namun tidak pernah dilaksanakan. Janisari pun bukan pasukan Islam.
     Umat Islam sekarang ini harus ekstra berhati-hari terhadap berita-berita yang mengagung-agungkan Hizbullah dan juga Iran, karena mereka bukanlah pembela Islam, melainkan pembela Syiah, satu akidah yang berbeda sekali dengan Islam. Syiah lahir dari rahim seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba�, seorang Yahudi dari Yaman. Sama seperti kekristenan baru yang lahir dari Paulus, Yahudi dari Tarsus. Perang antara Zionis-Israel melawan Hizbullah di tahun 2006 bukanlah perang antara Islam melawan Zionis-Israel, melainkan perang antara Zionis-Israel melawan keashobiyahan Syiah. Dan dalam pembantaian yang dilakukan Zionis-Israel atas Muslim Gaza, Hizbullah dan Iran pun tidak membantu. Padahal katanya meereka punya misil yang bisa menjangkau Tel Aviv, mengapa mereka tidak mengirimkannya jika benar-benar Islam. Ini sama saja dengan sikap para pemimpin Saudi dan Mesir yang malah bersekutu dengan Zionis-Israel dan merestui pembunuhan atas Muslim Gaza.
Hashashin, pasukan khusus Syiah Ismailiyah
Orang orang Hashashin adalah orang-orang Nizari Syiah Ismailiyah fraksi Nizariyya (bukan pasukan Islam, Sebagaimana Hizbullah sekarang ini) yang terusir dari dinasti Mesir dan mengungsi ke Iran,Irak, Syria, dan Lebanon. Di sana mereka membangun perbentengan mereka. hashshashin juga dikenal sebagai �penghasil hashis� oleh musuh2 mereka. Hashashin juga dikenal sebagai al-da�wa al-jadida yang artinya adalah �doktrin baru� dan sekarang berhubungan dengan organisasi Fedayeen, Hashshashin bukanlah suatu kerajaan atau dinasti, mereka lebih dikenal sebagai suatu perkumpulan, atau banyak yang menyebut mereka sebagai �sekte.
    Para Hashashin melawan muslim Dinasti Seljuk yang menentang keberadaan mereka. Metode membunuh mereka adalah dengan cara pembunuhan secara diam-diam, dan berlaku sebagai seorang Assassin (pembunuh), mereka menggunakan pisau yang disembunyikan, panah, sampai racun. Mereka membunuh setiap target dari para Seljuk secara diam-diam, dan terkadang, mereka membunuh target mereka di hadapan khalayak ramai dan terkadang juga, di masjid, agar banyak yang dapat melihat.
    Konon ada rumor yang beredar tentang Hashashin bahwa cara perekrutan yang dilakukan adalah dengan cara membuat sang calon percaya kalau dia sedang berada di ambang kematian (dengan drug, kemungkinan hashis atau sesuatu yang lebih kuat), kemudian, ia akan melihat dirinya berada di Firdaus dan dilayani oleh perawan-perawan. Padahal sesungguhnya, sang calon tidak meninggal, ia hanya dibawa ke suatu kebun yang indah, dan ia dibuat percaya bahwa kebun indah yang dilihatnya benar-benar firdaus.
    Bagi yang belum tau apa itu Hashish. Hashish sama seperti ganja, sama-sama memabukan. Perbedaannya, Ganja berupa daun dan hashish berupa lender padat atau dalam bahasa Kimia nya berupa tetrahidrocarbinol yang sifat nya padat secara natural seperti kaca dan menjadi lunak apabila di panaskan. Asal dari hashih itu dari trichomenya cannabis sativa subspecies indica. Cara penggunaannya sama dengan penggunaan ganja, di bakar untuk kemudian dihirup.
    Hashashin ini mempunyai benteng di Alamut yang artinya Istana Kematian di daerah Persia (Iran). Dan salah satu bukti keberadaan mereka tercatat dalam catatan perjalanan Marcopolo. Marcopolo sudah berkunjung ke Alamut dalam perjalanan nya menuju Selatan (Amerika sekarang).

Pembunuhan Diam-diam
Dalam membunuh targetnya, Hashashin biasanya menyamar. Lalu dengan pisau yang ditempatkan secara rahasia ditangan mereka, mereka menikam leher targetnya hingga targetnya tewas.
    Metode bela diri yang mereka pergunakan adalah seni bela diri Janna yang mengandung teknik menyerang (striking), grappling (penyergapan), dan tendangan ke arah bawah (low kicks) yang membuat mereka menjadi pejuang yang lain dari yang lain. Dan kenapa mereka berbahaya. karena dengan jumlah mereka yang sedikit mereka mampu menakuti faksi Islam yang besar pada saat itu dan juga faksi di luar islam (Sama seperti para pasukan khusus sekarang ini).

Para Pemimpin Hashashin
1. Hasan-i-Sabah. Pemimpin para Hashashin ini adalah orang yang pertama kali mencetuskan dan mendirikan hashashin serta membuatnya menjadi grup yang ditakuti orang karena keterampilan dalam membunuh diam-diam.
2. Alta�r IIbn La-Ahad (�The Flying Eagle, Son of None�), Alta�r IIbn La-Ahad lebih dikenal sekarang dalam game Assasin Creed.
NB : Sebenarnya masih banyak lagi.. tapi, untuk pengenalan cukup beberapa nama di atas. (S/11/2)
Maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Atasi Ban mobil berisik

Tips Atasi ban mobil berisik mbah subowo bin sukaris Kembangan ban mobil yang salah posisi bisa jadi sumber berisik dari kaki-kaki mobil.   ...