Firda Febri Ramdhani
Demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypty mulai mengacam masyarakat. Penyakit ini dapat menyebabkan hal yang fatal seperti kematian. Musim hujan yang diperkirakan mencapai puncak Februari ini, membuat rumah sakit mempersiapkan kamar khusus untuk menampung pasien penderita DBD.
Seperti yang dilakukan RS PMI Bogor. Rumah sakit milik pemerintah itu mulai sibuk menghadapi wabah tersebut. Kasi Humas dan Pemasaran RS PMI Bogor mengimbau bahwa masyarakat bogor agar waspada dengan penyakit DBD, karena grafik kenaikan jumlah pasien DBD yang dirawat di PMI cukup tinngi.
Jumlah DBD terus bergerak dan bartambah. Diperkirakan terus meningkat, karena musim hujan terus mengguyur kota bogor. Meningkatnya jumlah DBD seiring masuknya musim hujan. Penderita DBD bukan hanya terjadi pada anak kecil, tapi mewabah hingga orang dewasa. Di RS PMI Bogor sejauh ini yang terjangkit DBD dan dirawat di sini masih merata.
Saat ini untuk ruang perawatan kelas tiga sebanyak 40 persen di dominasi pasien penderita DBD. Dengan asumsi, enam kamar sedikitnya ada satu hingga dua penderita DBD.
Wabah DBD disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Selain itu, nyamuk Aedes aegypty menyebar saat pagi hingga menjelang sore, karena saatnya mencari makanan.
Pemerintah Bogor mengimbau masyarakat senantiasa menerapkan 3M (membersihkan lingkungan, menguras bak air dan menguburkan baras bekas) agar terhindar dari serangan DBD. Jika terjadi gejala demam tinggi dan timbul bintik merah pada kulit, sebaiknya segera membawa ke puskesmas atau rumah sakit, kemungkinan itu tanda penyakit DBD. (S/11/1)
Pemerintah Bogor mengimbau masyarakat senantiasa menerapkan 3M (membersihkan lingkungan, menguras bak air dan menguburkan baras bekas) agar terhindar dari serangan DBD. Jika terjadi gejala demam tinggi dan timbul bintik merah pada kulit, sebaiknya segera membawa ke puskesmas atau rumah sakit, kemungkinan itu tanda penyakit DBD. (S/11/1)
Maret 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar