Rabu, 11 Maret 2015

Inilah tanda accu (aki) mobil/motor soak!

Inilah tanda accu (aki) mobil/motor soak!

mbah subowo bin sukaris

Komponen penyimpan energi listrik pada kendaraan mobil/motor dinamai accu/aki atau catudaya. Jika komponen ini telah rusak maka kapasitas energi minimal untuk menghidupkan mobil guna menyalakan dinamo stater akan gagal bekerja dan pada mobil manual masih bisa diakali dengan cara mendorongnya. Pada umumnya pengguna roda dua dan empat dalam mengetes accu tunggangannya dengan cara tatkala pagi hari motor/mobil coba distater, jika mesin tidak tokcer berputar dan lambat putarannya sehingga tidak menyala, itu tandanya accu soak. Sebelum memvonis accu soak, coba nyalakan klakson, jika sangat keras bisa jadi komponen lain yang rusak, misalnya dinamo staternya.
      Langkah selanjutnya ialah memeriksa adakah sel-sel aki rusak dengan cara melihat langsung ke dalam lubang pengisian air accu satu demi satu tatkala mesin distater, atau diberikan beban apa saja misalnya menyalakan lampu depan sekejab. Pada accu sepeda motor cukup dikorsletkan beberapa detik sambil melihat lubang pengisian air accu. Adakah keenam lubang itu air accu bergerak cepat seolah mendidih atau tenang saja. Jika salah satu sel rusak alias mendidih airnya sebaiknya accu diganti baru, karena tidak bisa diakali lagi. Akan tetapi jika sel masih baik semua, tapi tidak mau menyimpan stroom, maka bisa diakali dengan cara menguras air accu. Dan mengisi kembali air accu dengan komposisi 50 % botol merah/accu zuur dan 50 % air accu botol biru. Setelah diisi penuh hingga batas maximum selanjutnya dicharge selama 6 jam atau sampai penuh secukupnya. Terlalu lama dicharge juga akan merusak accu, sedangkan jika diisi secukupnya maka itu lebih aman dan awet.
      Untuk mendapatkan pengisian accu kendaraan bawalah meluncur selama setengah jam atau lebih, dan setelah itu biarkan di garasi hingga esok hari. Jika pagi-pagi mobil/motor mau distart dan mesinnya menyala, kesimpulan yang bisa diambil mengenai status accu masih dalam kondisi cukup baik.
      Sebagai ilustrasi ada perbedaan mobil Eropa dan Jepang pada era 80-an. Mobil Jepang lebih enteng dan hemat listrik, sementara mobil Eropa pada era 80-an membutuhkan tegangan accu yang sempurna karena putaran mesinnya berat sekali.
      Salah satu contoh merek mobil sedan Honda era 80-an sangat enteng putaran mesinnya sehingga mudah distater dengan accu minim, pada umumnya mobil negeri Sakura dalam pengisian accu oleh alternator pun sangat baik. Jika dibandingkan mobil Fiat buatan Eropa 76 yang sangat rewel sistem kelistrikannya, dan lagi pula mesin Eropa juga mudah panas dibandingkan mobil dari negeri Sakura itu. Semua itu imbasnya mengarah pada accu.
      Di awal abad keduapuluh satu ini accu basah sudah diganti dengan accu kering. Tak ada lagi perawatan apapun, misalnya sebulan sekali tambah air accu tidak berlaku bagi jenis accu kering. Memang agak mahal sedikit akan tetapi lebih praktis. Daya tahan accu kering lumayan juga, sebagai gambaran contoh khusus produk accu mobil Korea bisa bertahan di atas dua tahun. Sedangkan accu kering jenis sepeda motor produk Tiongkok hanya bertahan satu setengah tahun.
      Usia accu ditentukan oleh cara pemakaian, semakin seringnya accu menganggur maka daya tahannya semakin menurun. Untuk mobil yang nongkrong maka accu mobil jenis kering paling kurang seminggu sekali harus dinyalakan/dipanasi sekitar sepuluh menit atau lebih agar accu terisi kembali.

*****

Minggu, 08 Maret 2015

Inilah akibat tutup radiator rusak!

Inilah akibat tutup radiator rusak 
sistem pendingin mobil kurang optimal!

mbah subowo bin sukaris

Tutup radiator yang berharga 35 ribuan itu merupakan salah satu komponen vital pada sistem pendingin sebuah mobil. Ada dua jenis radiator cap beredar di pasaran bagi kendaraan ringan: jenis 88 kPA dan 108/1.1 kPA.
      Yang pertama bekerja pada 73-101 kPA membuka lubang pembuangan ke reservoir dan yang kedua bekerja pada 93-123 kPA. Ukuran itu bisa dibayangkan dengan tekanan ban mobil antara 14-18 psi alias separoh tekanan ban mobil normal.
      Komponen pendingin lainnya yang saling menunjang bekerja sama satu dengan lainnya ialah dimulai dengan pompa air (water pump), thermostat, ECT switch yang menyalakan kipas pendingin elektrik radiator.
      Kerusakan pada waterpump ditandai dengan kebocoran parah di sekitar lokasi waterpump itu berada. Salah satu komponen yang seringkali dibuang, dan dicopot oleh mekanik atas pertimbangan bersama pemilik mobil ialah "thermostat". Thermostat yang bekerja membuka dan menutup mulut kerannya antara suhu 70-90 derajat Celcius itu dianggap hanya berguna di negeri bersalju saja antara lain di Eropa dan AS.
      Fungsi thermostat sebenarnya ialah menjaga tekanan air agar waterpump bekerja baik tatkala mobil dipacu pada kecepatan tinggi.
    Mengenai ECT switch (electronic coolant temperature) yakni switch kipas pendingin radiator bekerja antara suhu 90 hingga 95 derajat Celcius. Selama kipis menyala selama antara 2 hingga 4 menit hasilnya mampu menurunkan suhu air pendingin antara 3 hingga 6 derajat celcius dari suhu sebelumnya. Pada mobil lama kipas pendingin ditempelkan pada mekanik mesin dan menyala terus menerus menyedot panas dari sirip radiator.
      Kembali pada judul di atas, kebocoran tutup radiator (radiator cap), akibat yang timbul biasanya air menetes keluar dari radiator menuju reservoir sejak mesin dinyalakan pada pagi hari hingga mesin itu berhenti. Bentuk tetesan itu tentu saja berubah menjadi uap tatkala suhu air semakin tinggi.
    Sebagai ilustrasi ringan di sini andai dalam perjalanan menempuh 5 jam maka tetesan air yang terkumpul sejumlah 250 cc alias 0,25 liter. 
    Apa akibatnya? Tabung radiator yang penuh sirip itu jika mengalami kekurangan air yang terjadi pertama ialah air pendingin mesin tentu lebih sukar didinginkan dan yang kedua karena apa yang terjadi pada nomor satu maka mesin semakin kepanasan. Untuk perjalanan di bawah lima jam terkadang tidak terasa air dalam radiator semakin panas dibandingkan biasanya, karena tatkala mesin dimatikan dan setelah beberapa menit suhu mesin turun maka air dari reservoir akan balik dihisap oleh radiator.
      Dan sebaliknya jika mobil yang sama melakukan perjalanan panjang menempuh lebih dari sepuluh jam non-stop maka mobil yang tutup radiatornya bocor akibanya ialah air dalam tanki reservoir akan berkurang atau tekor. Hal itu dapat di check tatkala kita membuka tutup reservoir saat mesin dingin. Jalan keluar untuk sementara  isi tangki reservoir perlu ditambah air lagi hingga batas max.
      Selanjutnya gantilah dengan tutup radiator baru agar tabung cadangan air pendingin radiator tidak tekor lagi, bahkan untuk jangka waktu yang lama.
      Cara mengecek kerusakan tutup radiator mudah saja, pada umumnya yang semua sudah tahu ialah mencopot selang yang menghubungkan tabung rerervoir radiator dan radiator. Selanjutnya mesin mobil dinyalakan, dan perhatikan dari lubang selang buangan radiator yang terbuka, apakah ada tetesan air atau tidak. Jika selama beberapa menit mesin menyala dan terkumpul tetesan air yang tumpah itu artinya tutup radiator minta ganti baru.
      Sedikit tips tatkala mematikan mesin mobil sebaiknya dengarkan dari arah kap mobil apakah kipas radiator masih menyala bekerja mendinginkan suhu air radiator atau tidak. Cara yang lebih mudah ialah setelah mesin mati dan AC mati coba nyalakan kunci kontak tanpa menyalakan dinamo stater, jika terdengar suara deru kipas angin biarkan menyala terus hingga berhenti sendiri, setelah itu barulah kunci kontak bisa dicabut. Sebagai penutup, membeli tutup radiator terkadang tidak cukup satu kali beli baru dan selesai segala permasalahan sistem pendingin kendaraan kita yang sedang bermasalah. Pengalaman penulis seperti diceritakan di atas ternyata setelah melakukan penggantian tutup radiator baru hasilnya malah lebih parah. Jika sebelumnya dengan tutup radiator 0,9 kpa memang terjadi kebocoran akan tetapi tidak sampai keluar air mendidih dari radiator ke tabung cadangan, hal itu justru terjadi sewaktu terpasang tutup radiator baru 1,1 kpa seharga 2 us dolar dipasang setengah jam perjalanan air radiator yang masuk reservoar mendidih. Kesimpulannya tutup radiator baru justru lebih lemah dari yang pertama. Lantas penulis mencari tutup radiator yang lain lagi ukuran 1.1 kpa yang memang ukuran standar Ferio, tutup yang bagus kali ini harus ditebus dua kali lipat atau 4 us dolar. Ciri tutup radiator 2 us dolar yang pertama berwarna kuning pada bagian atas tertera petunjuk dalam bahasa Indonesia, sedangkan tutup bagus yang kedua berwarna merah dengan petunjuk dalam bahasa Inggris. Setelah mencoba kendaraan selama beberapa jam hasilnya penulis merasa surprise, kipas radiator dapat hidup dan mati secara otomatis. Demikian pula setelah agak dingin tutup radiator dibuka ternyata volume air tetap penuh hingga ke bibir radiator, volume tabung cadangan juga tetap tidak berubah volumenya tetap seperti semula.

*****

Sabtu, 24 Januari 2015

Inilah tanda kiproks sepeda motor rusak!

Inilah tanda kiproks sepeda motor rusak!

mbah subowo bin sukaris

Sejak peraturan menyalakan lampu pada siang hari diberlakukan pada sepeda motor, maka daya tahan beberapa komponen elektrik menjadi cepat aus, Jika lampu tiba-tiba putus berkali-kali walau setelah melakukan penggantian bohlam lampu utama, maka itulah mungkin disebabkan oleh lemahnya kiproks. Pada mesin Suzuki Shogun Kebo selain lampu utama berkali-kali putus walau diganti baru, tanda lainnya dengan mencopot kabel yang menempel pada terminal aki min, dan mesin mendadak mati, itulah tanda kiproks sudah tidak berfungsi.
    Dengan mengganti kiproks baru seharga 75 rb buatan negeri Gajah Putih, "Untuk parts Shogun, harus diganti dengan part berkwalitas bagus." Saran si penjual parts motor.
    "Part sebelumnya bermerek Fukuyama, kurang lebih dua tahun yang lalu baru kami ganti." sahut penulis, seraya ngeloyor meninggalkan kios parts sepeda motor itu.
    Cara mengganti kiproks sangat mudah cukup melepas baut pengikat kiproks yang biasanya menempel ke body motor, dan melepaskan socket kabel berisi kurang lebih empat atau lima buah. Kemudian pasang kiproks baru dengan langkah sebaliknya sewaktu mencopot komponen itu. Semoga berguna.

*****

Mitos kaki-kaki Honda Ferio ringkih

Mitos kaki-kaki Honda Ferio ringkih

mbah subowo bin sukaris

Sejak dua tahun silam (2013) kami kendarai Honda Ferio 2000 bolak-balik empat kali masing-masih menempuh 1600 kilometer pulang pergi ke Jawa bagian timur. Perlu dicatat perjalanan jauh itu baik pada roda dua maupun empat terkadang volume oli mesin berkurang sedikit. Maka sebaiknya setelah tiba di tujuan periksa volume oli dan lakukan penambahan secukupnya jika berkurang. Pada perjalanan ketiga mesin mengalami overhead, jika radiator diisi penuh dan tutup radiator terbuka sewaktu distater air muncrat! Itulah tandanya packing blok mesin bocor, dan bukan hanya packing yang bocor ada kemungkinan blok mesin keropos. Waktu itu perjalanan dari tempat asal sudah menempuh 70 kilometer. Dan terpaksa kami memutar haluan untuk pulang ke rumah kembali. Ada satu komponen yang berhasil ditemukan oleh mekanik langganan berupa pipa air letaknya berada di bawah manifold injeksi. Pipa tersebut sudah sangat tua dan terdapat keropos di sana-sini. Pipa itu seharga 300 rb-an. Ujung pipa yang satu menempel pada blok mesin jurusan waterpump, sementara ujung yang lain menuju termostat dan beberapa saluran kecil lainnya. Oleh karena pipa itu terbuat dari pelat cukup tebal, sebenarnya bisa diakali dengan las listrik untuk menutup lobang keropos.
      Setelah penggantian packing (250 rb-an), pipa air diganti baru, dan juga bagian blok mesin yang keropos ditutup dengan las (di bengkel besar), hasilnya saat ini mesin Ferio menjadi lebih irit dan halus (metal jalan dan duduk diganti) dibandingkan sebelumnya. Saat ini menurut pengukuran kami kurang lebih adalah 1 liter untuk sebelas kilometer.
      Hasil yang lain lagi adalah diagnosa mekanik bengkel langganan bahwa mesin ndut-ndutan tatkala gas dibejek adalah koil yang lemah/rusak. Koil seharga 500 rb-an itu memang cespleng tatkala diganti maka ndut-ndutan hilang sontak. Jika sebelumnya untuk nyalip bajaj saja harus keluar jurus "boboiboy" maka sekarang santai saja untuk nyalip mercy 90-an. Dan sekalian juga ternyata kanvas kopling sudah sangat tipis, diperlukan 450 rb-an untuk mendapatkan kanvas kopling baru. Biasanya tanda kanvas habis ialah tatkala jalanan macet, mesin sering "nggereng" terlebih dulu jika mulai jalan merayap.
      Ada satu hal yang kami upayakan sendiri tatkalah keluar dari bengkel rpm mesin mengayun naik turun. Kami tahu mekanik bengkel mengunci bagian IACV sehingga rpm mesin stabil. Kami bebaskan kembali IACV, dan dengan settingan yang tepat sejak itu mesin tidak mengayun lagi dalam kondisi apapun. Memang IACV itu sudah tua, akan tetapi pihak pabrikan telah mengantisipasi hal itu dengan memungkinkan menyetel IACV pada posisi tertentu maka IACV (idle air control valve) yang menggunakan step motor itu sendiri akan stabil. Step motor memang bisa ngayun karena menggunakan magnet tetap. Pada posisi seimbang ia akan mengayun membuka dan menutup terus menerus lubang udara dari trottlebody menuju manifold selanjutnya memasuki ruang bakar. Karena lumayan harganya sekitar 1 jutaan, kami masih merasa aman dengan hanya melakukan penyetelan pada IACV. Caranya untuk Ferio 2000 berbeda dengan seri Ferio sebelumnya, pada 2000 IACV diputar ke kanan (setelah dua skrup imut dikendorkan) berarti lubang udara terbuka total sedangkan diputar ke kiri berarti IACV buntu. Jika berada di tengah tengah itu normal jika masih baru. Kami putar ke kanan hingga tambah seperempat putaran. Sedangkan mekanik bengkel mengunci dengan membiarkan IACV pada posisi tertutup penuh yang diimbangi dengan settingan udara besar pada TB. Memang mesin sangat stabil hasil settingan mekanik seperti itu, akan tetapi kami lebih suka rancangan orisinal pabrikan, biarlah IACV itu bisa "main" lebih alami tentunya.

Gejala kebocoran memang tidak begitu tampak akan tetapi berpengaruh sering menambah tabung reservoir radiator setiap kali menempuh 100 km. Oh, ya, dalam keadaan mesin mengalami overhead, tidak perlu panik, awali dengan langkah mencari jerigen dan dipenuhi dengan air. Itulah modal selama perjalanan dalam keadaan mesin (Ferio) overhead. Jika tiba-tiba mata melihat temperatur mulai lebih sedikit naik dari angka normal yakni jarum berada di tengah-tengah, segera menepi. Matikan mesin akan tetapi kontak tetap hidup memberikan kesempatan bagi kipas radiator menyala. Setelah kipas berhenti berputar segera matikan kunci kontak. Bukalah tutup radiator dengan kain atau apa saja yang cukup tebal, (pempes) bayi pun boleh juga. Buka tutup radiator pelahan sampai keluar sedikit gas bertekanan tinggi. Tahan hingga gas yang berasal dari air mendidih itu kehilangan tekanan dan tidak mungkin lagi muncrat ke mana-mana. Memang dibutuhkan keberanian untuk membuka tutup radiator panas, akan tetapi jika jarum temperatur "baru" naik sedikit, maka biasanya tekanan gas uap air tidak terlalu tinggi. Jadi untuk itu selalu waspada pada jarum temperatur yang sewaktu-waktu naik, selama perjalanan dengan mesin dalam keadaan overhead.
      Perjalanan dalam keadaan overhead 70 kilometer disertai kebocoran packing dalam pemeriksaan bengkel selanjutnya silinder head/mesin (campshaft head) tidak bengkok. Barangkali itulah kelebihan mesin Honda (Ferio) dibandingkan merek lainnya. Sepengetahuan kami bahkan radiator yang agak kosong pun, dalam perjalanan tanpa macet dan pada cuaca dingin seperti malam hari, maka mesin Honda yang satu ini dapat bertahan tanpa indikator jarum temperatur naik. Walaupun demikian jika memang sedang terjadi kebocoran, entah waterpump rusak atau bagian sistem pendingin lainnya rusak, maka sebaiknya walaupun jarum temperatur tidak naik, sebaiknya tetap menepikan kendaraan dan mengisi kembali tabung radiator hingga penuh.
      Kembali pada judul tulisan di atas. Kaki mobil Honda (Civic Ferio) konon terkenal ringkih, pengalaman kami, memang pada perjalanan pertama dan kedua terdengar roda sebelah kanan belakang selalu berisik, apalagi di jalan tol. Suaranya cukup membuat ketar-ketir di hati, betapa tidak, terkadang rasanya ban itu seolah ingin lepas saja! Lager roda yang tidak normal cepat membuat aus tapak ban. Tapak ban yang sudah tipis akan lebih cepat bertambah tipis lagi. Akibat lager roda ternyata merembet ke bagian lain, memang akibat lager buruk itu roda belakang kanan itu pernah mengalami malfunction pada bagian rem, alias rem macet. Rem macet artinya di sini piston rem tidak bergerak maju maupun mundur, rem normal kembali setelah dibersihkan mekanik dan dipasang kembali dengan kanvas rem orisinil seharga 800 rb-an set kiri-kanan. Rem belakang yang pincang sangat mengganggu karena rem tangan jadi setengah pakem sebelah saja.
      Oke, dengan pengetahuan awam kami, maka jika didongkrak dan roda diputar pada roda belakang kanan itu terjadi getaran agak keras pada shockbreaker. Itu juga tandanya lager roda tidak beres. Yang mengherankan sama sekali tidak oblak. Untuk membuka lager roda Ferio sediakan saja kunci shock ukuran 32 dengan tangkai yang panjang hampir semeter. Tidak terlalu sulit membukanya sendiri, akan tetapi biasanya ada bagian lager yang lengket pada as roda. Untuk melepasnya memang terpaksa digetok dengan hati-hati.
      Lager/bearing roda Ferio seharga 450 rb-an. Pada kasus kami ternyata lager roda yang terpasang adalah aspal! Cirinya baut-baut yang berjumlah empat itu dilas secara kasar dan tidak center, itulah penyebabnya maka putaran roda menjadi berisik. Lager roda yang standar walau bukan orisinil Honda berwarna metalic, sedangkan yang terpasang itu berwarna coklat alias warna karat.
    Pada perjalan keempat kami memutuskan untuk mengecek semua kaki-kaki mobil Honda Ferio ini. Pada bagian depan yang memang ada speleng ternyata diputuskan oleh bengkel langganan adalah satu kompnen yakni arm.... sebelah kiri sudah oblak perlu diganti. Hanya itu saja, je! Setelah diganti dengan arm baru seharga 175 rb-an dan disporing, selesailah kaki depan. Pada waktu itu sebenarnya kami mengorder ke bengkel hanya untuk spooring saja. Karena kondisi oblak pada semua roda maka diputuskan untuk dibongkar "cepling".
      Sebagai bonus, kepada sang montir kami minta diagnose untuk bagian belakang tanpa perlu diperbaiki. Setelah mobil dicoba oleh montir spooring selanjutnya ia menyarankan untuk mengganti karen bushing yakni dudukan shockbreaker sebelah kiri, harganya seratusan ribu saja. Kami setuju.       Pada kesempatan itu pula unit shockbreaker dicek apakah mati atau normal. Caranya semua bagian shock dilepas terutama bagian per. Setelah itu shock ditekan dan ternyata dapat kembali, itu artinya normal.
      Penggantian berjalan lancar dan selesailah semuanya. Mobil dicoba, dan terdapat berisik pada bagian kiri belakang. Bunyi itu muncul jika jalan tidak rata. Sang ahli memutuskan bahwa itu terdapat pada pintu yang longgar bagian mekaniknya. Tidak juga ketemu setelah pintu dibongkar. Kami memutuskan untuk mengakhiri sampai di sini. Dalam pemeriksaan kami ternyata ada dua baut kendor pemegang salah satu roda kiri belakang. Roda kiri belakang tersebut pertama "dipegang" oleh shockbreaker, kedua, dipegang oleh batang besi ke bagian tengah bodi, dan ketiga dipegang oleh tangan besi ke bagian depan. Inilah yang ke depan kendor. Begitu kedua baut ukuran 16 itu kami kencangkan dan mobil dicoba, hasilnya sunyi senyap tak ada lagi suara "gedombrangan" dari arah belakang kiri.
Sekian untuk sekali ini.

*****

Rabu, 07 Mei 2014

Trik menurunkan RPM Honda Ferio selalu tinggi di pagi hari

Trik menurunkan RPM Honda Ferio selalu tinggi di pagi hari

mbah subowo bin sukaris

Bedanya mesin 4 tak injeksi dan karburator adalah sistem pengabutan bahan bakar dan udara. Pada mesin injeksi fungsi karburator digantikan oleh throttle body yang hanya mengisap udara segar saja. Sedangkan karburator berfungsi mengisap udara sekaligus mencampurkannya dengan bensin.
Fungsi bukaan kupu-kupu pada mesin injeksi dikontrol oleh pedal gas, teknologi pengontrol yang dijalankan pedal gas sudah semakin maju digerakkan oleh motor listrik bukan lagi dengan tarikan kabel.
    Tatkala pedal gas dilepaskan, maka bukaan kupu-kupu lubang udara masuk karburator maupun throttle body dalam posisi tertutup. Posisi demikian tidak memungkinkan udara masuk melalui bukaan kupu-kupu. Udara masuk melalui iacv dan stelan angin. IACV (idle air control valve) pada Honda Ferio 2000 menggunakan motor step, artinya bukaan udara cenderung 90 derajat dalam posisi stelan standar. Setelan IACV pada Ferio 2000 terdapat pada as step motor itu sendiri letaknya di bagian belakang. Dengan mengendorkan dua skrup kecil (penulis berdiri di bagian depan kap mesin) maka terdapat dua pilihan putaran searah jarum jam dan berlawanan jarum jam. Jika diputar searah jarum jam hingga mentok ke atas maka posisi IACV terbuka 45 derajat maksimal. Posisi ini mengunci pada 800 RPM. Akibatnya pada pagi hari RPM mesin dalam suhu dingin tidak akan lebih dari 800 RPM jika pedal gas dan setelan angin dalam posisi minimal.
     Penulis pernah mencoba posisi 45 derajat bukaan IACV, hasilnya mesin kurang galak untuk tarikan pertama. Dan dalam posisi lepas gas mendadak biasanya RPM langsung anjlok angka 800 tidak pernah lebih. Posisi ini lebih baik daripada tiap pagi RPM mesin 1500 dan tidak mau turun-turun walaupun kondisi mesin sudah pada temperatur kerja. Untuk menurunkan rpm mesin yang "mbandang" itu penulis mematikan mesin 3 detik memutar kunci ke posisi off dan kemudian di on kan kembali tanpa menyalakan dinamo stater.
    Tentu saja dalam keadaan normal seharusnya begitu mesin dinyalakan pada pagi hari maka IACV (yang ada dua selang air lewat itu) terbuka 90 derajat kemudian menutup dan berubah 45 derajat. Atau rpm mesin berada di sekitar 1500 kemudian mulai menurun pada angka 800, itu kondisi normal. Lantas bagaimana jika iacv sudah dibersihkan, TB sudah dibersihkan akan tetapi hasilnya tidak ada, mesin terus "mbandang" ? Penulis akhirnya coba-coba menurunkan stelan IACV menjadi tiga perempat saja alias tidak mentok ke atas. Hasilnya ternyata menakjubkan, jadi normal yakni sewaktu dinyalakan pagi hari dalam kondisi dingin, jarum rpm langsung naik ke 1700 dan dalam satu menit mulai turun ke angka 800. O, ya, kondisi mesin selama "mbandang" itu sebagai berikut, thermostat mesin yang sebelumnya dibuang sudah penulis belikan di Senen seharga 150 rb. Penulis memasang thermostat itu sendiri dengan modal kunci shock 10 atau 12. Penjual thermostat sempat memberi tips, yakni setelah selesai pasa thermostat sebaiknya "buang angin" dulu, yakni biarkan tutup radiator terbuka dan angin keluar semua. Nanti setelah thermostat terbuka dengan munculnya gerakan arus di lubang radiator, barulah tutup radiator dipasang kembali.


******

Inilah tanda koil dan cdi motor 4 tak mulai lemah

Inilah tanda koil dan cdi motor 4 tak mulai lemah

mbah subowo bin sukaris

Setelah delapan belas tahun (shogun 1996) milik penulis mulai timbul gejala abnormal pada bagian mesin sebagai berikut: Pada pagi hari mesin pertama kali dihidupkan atau tengah melaju di jalan raya, sering terjadi mesin shogun 4 tak ini tiba-tiba mbrebet, batuk-batuk, selanjutnya kehilangan tenaga lantas mesin mati. Dalam keadaan darurat seperti itu sebelum mesin mati, penulis punya trik yakni menyalakan lampu utama, memasang sein belok, maka hasilnya mesin pun berubah agak sehat sedikit, dan brebet, batuk pun sejenak hilang. Penulis menyimpulkan gangguan mesin itu disebabkan oleh piranti elektrik, dan salah satu suspectnya ialah kiprok. Mengapa? Pernah sekali penulis membolak-balik atau tukar tempat yakni arus listrik dari spul mesin yang terdiri dari kabel lampu dan kabel pengisian accu. Kabel jurusan lampu utama yang kecil dialihkan ke accu, dan kabel jurusan accu dialihkan ke lampu utama maka gangguan mesin brebet dan lainnya sementara hilang atau lebih lama muncul dibandingkan sebelumnya. Penulis melakukan pertukaran tempat kabel spul itu dengan mencopot soket dan lantas pelahan mencabut kabel berikut mata soketnya. Kabel jurusan spul berada di bagian kiri mesin bagian depan terdiri dari kabel pulsar, lampu, accu.
    Pada suatu hari tingkat kerusakan kiprok rupanya tidak bisa ditoleransi lagi, mesin sering batuk dan brebet serta mati secara tiba-tiba di tengah perjalanan. Penulis pun mengganti kiprok baru seharga 50 rb merek Y yang merupakan produk Jepang after market cukup baik mutunya. Setelah penggantian kiprok hasilnya mesin shogun penulis tidak lagi mengalami brebet dan batuk-batuk serta gampang mati.
 Sesuai judul di atas, selanjutnya penulis akan menceritakan keadaan mesin shogun yang sudah delapan belas tahun tersebut. Tiap pagi sejak dihidupkan timbul sedikit gejalan gangguan, yakni tuas gas tidak langsung bisa digeber, dan jika digas lebih dari setengah maka mesin mulai brebet, akan tetapi digas tidak lebih dari setengah putaran mesin sehat-walafiat. Gangguan lainnya ialah sewaktu mesin dihidupkan terkadang seolah busi mati, tidak ada api. Penulis memancing api dengan cara mencopot kabel jurusan koil, dalam posisi kunci kontak On, kabel jurusan koil itu ditempelkan ke kabel koil motor dan timbullah percikan api. Itu tandanya CDI mau mengeluarkan api. Dalam keadaan begini mesin biasanya mudah dihidupkan. Ciri yang paten kerusakan CDI menurut pengalaman penulis ialah pada kecepatan tinggi akan mbrebet, yang kedua ialah api sering hilang dan muncul pada waktu menghidupkan mesin shogun penulis.
    Karena pada suatu hari kerusakan CDI tidak mungkin ditoleransi lagi, yakni api dari CDI benar-benar hilang sama sekali, makan penulis memberanikan diri untuk membeli CDI Shogun merek Shindengen yang cukup lumayan 400 rb, itu pun Sindengen versi Thailand. Untuk merek lainnya menurus penjual di toko ada yang seharga 150 rb tanpa merek apapun. Dengan penuh tanda tanya dalam hati penulis memasan CDI baru itu menggantikan posisi CDI lama yang masih asli Sindengen Jepang. Setelah itu penulis hidupkan mesin dan jreeeng, hiduplah si motor tua itu, dan mendapat bonus bisa digas-gas hingga penuh tanpa brebet lagi.
    Gangguan CDI dan kiprok itu yakni tenaga mesin sering drop di tanjakan apalagi membawa beban dan lainnya itu memang hilang sejak penggantian kedua komponen rusak itu.


*****

Senin, 26 Agustus 2013

Honda Ferio temperatur naik gara-gara radiator mampet, waterpump dan selang bocor

Temperatur Honda Ferio naik: gara-gara radiator mampet, waterpump bocor, dan selang air bocor

mbah subowo bin sukaris

Mudik 2013 usai sudah, kembali melintas kenangan berapa bentar itu tatkala melintas di sepanjang pantura rupanya tambah tahun semakin padat volume kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang melintas dan memenuhi rute arah ke timur dan ke barat sepanjang utara tanah Jawa. Petugas keamanan hanya menempuh kebijakan dengan mengalihkan kendaraan agar melintasi rute memutar yang kadang memakan waktu setengah hari.
    Mudik kali ini terasa istimewa bagi kami yang pertama kali menggunakan sarana kendaraan roda empat milik pribadi. Mengenang tahun-tahun sebelumnya kami mudik dengan sarana angkutan kereta api eksekutif yang mampu menempuh perjalanan ke Jawa Timur dalam tempo 10 jam. Kereta api memang nyaman dan aman, akan tetapi sejak diberlakukan sistem tiketting baru maka tiket kereta api semakin sulit didapat karena menjadi ajang rebutan pemudik lainnya yang semakin bertambah besar, yang terjadi tiket selalu habis sekian bulan sebelum jadwal keberangkatan kereta itu sendiri. Kesulitan baru akan muncul bagi pemudik yang belum memiliki tiket balik, untuk mendapatkan tiket balik, lebih sulit lagi, akibatnya jadwal arus mudik kembali dari tempat mudik selalu molor, bahkan hingga terlambat seminggu. Para pemudik seperti kami selalu membawa keperluan dalam jumlah besar, antara lain, pakaian dan barang lainnya. Sewaktu berangkat maupun pulang dari kampung kami harus mengangkat sendiri berkoper atau tas pakaian. Apalagi tempat pemberhentian kereta api eksekutif kini tidak lagi tersambung dengan commuter, menambah kesulitan saja.
    Mudik bagi penduduk Jawa merupakan sarana silaturahim bertemu secara langsung dengan kedua orang tua atau pun sanak saudara yang kebetulan juga menjadi perantauan dan tinggalnya terpencar-pencar di berbagai kota. Mudik menjadi semacam ritual wajib bagi perantauan yang masih memiliki orang tua maupun mertua.
    Berbagai alasan itulah yang pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Pada awalnya kami surfing beberapa bulan untuk membeli kendaraan yang cocok dengan kemampuan keuangan dan kebutuhan kenyamanan bagi anak-anak balita. Pada akhirnya kami memutuskan membeli kendaraan roda empat dari seorang teman bermerek Honda Ferio. Pengetahuan umum merek Honda agaknya kurang menjadi perbincangan umum sehingga  tidak populer bagi kalangan bawah, mereka yang menjadi pemula biasanya lebih suka merek mobil Toyota, Daihatsu, atau Suzuki. Kami memutuskan membeli Honda jenis sedan itu karena mendapatkan harga yang istimewa, usia kendaraan yang masih muda. Kami mendapat kendaraan sewaktu mudik sudah di ambang pintu, yakni hanya dalam waktu singkat sekitar dua mingguan kami harus yakin betul dengan kondisi kendaraan yang kami kendarai menempuh perjalanan jauh. Waktu yang singkat ini tentu tidak memungkinkan untuk mengetahui semua kondisi kendaraan yang baru saja kami beli itu. Apalagi ternyata teman kami tersebut rupanya juga baru memiliki Honda Ferio itu sama seperti kami hanya 2 mingguan berada di tangannya sebelum beralih menjadi milik kami.
     Klop sudah sama-sama tidak tahu kondisi atau track-record kendaraan yang bermerek Honda type Civic Ferio buatan 2000. Harga pasaran di ibukota yang tercantum di situs online antara 80-100 juta, tergantung kondisi kendaraan.
    Kondisi awal si Ferio ini sungguh mengenaskan (agaknya pemilik Ferio yang lama benar-benar tidak mengerti soal teknik kendaraan barang sedikit pun, kecuali rajin ganti oli mesin dan oli transmisi): Lampu depan picek dan berembun. Air Conditioner (AC) tidak jalan. Oli power steering bocor di sana sini bahkan menetes sewaktu kendaraan sedang terparkir. Pintu sopir tidak dapat dikunci maupun dibuka dari luar. Ban depan kanan yang merupakan roda penggerak utama langsung dari mesin kondisinya peang dan gundul. Ban serep pun bukan ukuran 14� melainkan 13�. Daftar ini kelak di kemudian hari ditambah lagi dengan radiator yang kotor bagian dalam, dan sistem pendinginan mesin lainnya yang kurang beres.
    Mengenai kondisi mesin utama cukup lumayan halus, tidak ada asap berwarna putih maupun hitam keluar dari knalpot pada pagi hari maupun selama mesin dijalankan. Malahan kondisi mesin yang baik menurut para master/suhu pada pagi hari sewaktu baru dihidupkan pada bagian pembuangan mengeluarkan embun dari lubang knalpot.
Kondisi body mobil Ferio yang kami dapatkan itu masih lumayan mengkilap serta mulus rupanya belum begitu lama atau baru dicat ulang sekian bulan yang lalu.
    Faktor ekserior mobil itulah sebenarnya yang menarik minat kami untuk membelinya, waktu itu teman kami yang tinggal di kota lain hanya mengirimkan gambar-gambar mobil tersebut dari berbagai sudut belaka. Karena body mobil cukup mulus maka waktu itu kami memutuskan untuk membelinya sekitar 80 juta-an. Bahkan sebagaimana layaknya orang beli mobil tanpa mengecek keadaan kendaraan sebelumnya kami berani memutuskan untuk membelinya. Kami menganggap teman kami cukup teliti dan mengerti soal-soal kondisi kendaraan. Dugaan kami ternyata meleset sama sekali.
    Satu demi satu keruwetan si Ferio kami coba atasi sendiri dengan versi �murah�, misalnya untuk ban serep bisa didapat dengan harga 250rb, komplit ban luar dalam dan peleg standar 14�. Untuk memperbaiki AC ternyata motor extra fan tidak jalan. Setelah berburu onderdil via online akhirnya kami menemukan sebuah toko online yang menjual parts itu seharga 300rb hanya untuk motor extra fan saja. Kami pasang sendiri extra fan itu, kipas dan dudukan fan tetap memakai orisinal yang lama. Hasilnya belum kelihatan karena AC belum mengeluarkan udara dingin di dalam kabin. Langkah selanjutnya mengatasi problem AC ini ialah dengan mengisi freon seharga 75rb yang dilakuan oleh seorang teman. Pada hari pertama teman yang seorang teknisi pendingin di hotel bintang lima itu tidak berhasil mengisi freon, karena sistem pentil berbeda untuk mobil jenis baru dengan jenis mobil tua. Perlu connector pentil untuk mengisi freon, alat itu bisa didapatkan di daerah Kenari. Beberapa hari kemudian freon terisi penuh, rupanya Itu pun belum menghasilkan udara dingin dalam kabin. Usut punya usut ternyata kabel extra fan terbalik, sehingga putaran kipis ke arah yang salah. Terpaksa kabel extra fan di balik, untuk membalikkan putaran kipas. Kali ini baru berhasil, akan tetapi tampaknya aki (accu) sudah lemah dalam keadaan AC menyala. Untuk memperbaiki Accu ini kami gunakan siasat lama, buang air accu seluruhnya dan dibersihkan dengan air panas, setelah itu diisi ulang dengan perbandingan 50% merah dan 50% putih. Lumayan hingga sebulan terakhir untuk starter ternyata accu masih cukup ampuh dan tangguh, bahkan tanpa mematikan AC maupun lampu utama.
    Pada bulan kedua Honda Ferio di tangan kami tiba-tiba accu menjadi soak, setelah kami periksa volume air accunya ada satu lubang yang berkurang dan habis. Setelah kami isi dengan air accu putih segera kami bawa ke tukang accu yang sekaligus menjual accu baru. Si tukang accu memvonis accu kami sudah rusak sel-selnya, setelah selesai beberapa jam di stroom, kembali tukang accu memvonis tambahan, accu tidak bisa menyimpan stroom pada satu lubang, artinya, kata si tukang jual accu baru, setelah pengisian ini accu kami tidak bisa menyimpan stroom untuk selamanya. Dan harus membeli accu yang baru. Vonis itu kami iyakan saja. Dan selama hampir seminggu tidak ada gangguan accu sewaktu menghidupkan mesin pada pagi hari atau selama menempuh perjalanan di siang hari dengan menghidupkan AC.
      Accu jenis yang terpasang pada Ferio ini sukar dilihat volume air accunya. Untuk mengeceknya harus mengangkat accu itu dari dalam ruang mesin. Setelah dicopot untuk melihat volume air accu dengan cara dimiringkan dan ditegakkan, tampaklah volume air accu (aki) itu berada pada garis maksimum atau minimum. Tinggal kita menambahnya dengan air aki pada bagian yang kurang.
    Untuk membereskan ban depan yang peang cukuplah pergi ke tukang ban pinggir jalan seharga 150rb, sudah lumayan menyambung umur 3 bulan ke depan. Mengenai pintu sopir yang tidak bisa dikunci maupun dibuka dari luar terpaksa membuka tutup panel pintu, setelah penutup panel pintu terbuka dengan menelusuri kawat-kawat yang menuju tombol kunci yang ternyata terlepas, setelah dipasang kembali selanjutnya anak kunci lumayan bisa membuka dan menutup pintu pengemudi.
     Mengenai lampu utama depan yang mati sebelah dan berembun, dapat diatasi dengan memasang kembali kabel soket yang ternyata terlepas, maka lampu depan yang sebelah dapat langsung hidup. Mengenai embun yang selalu menutupi kaca mika lampu depan itu dapat diatasi dengan menutup sambungan bagian atas dengan solasi putih lebar transparan sehingga tidak ada lagi air yang merembes ke dalam reflektor. Dalam dua hari embun itu hilang untuk selamanya. Lain hari bisa mengganti solasi plastik itu dengan sejenis sealant yang tahan panas.
    Kebocoran oli power steering yang cukup encer itu setelah selidik punya selidik berasal dari selang yang kendor pada sambungannya antara selang karet dan pipa logam. Kami cari satu persatu sambungan itu dan mengencangkan baut klem pengikat pada tiap sambungan, ada sekitar empat baut yang perlu dikencangkan, ternyata baut itu memang agak kendor dan oli ATF (automatic transmission fluid) yang sama dengan oli power steering merembes di bagian sambungan itu. Sejak semua baut dikencangkan itu pada tabung oli utama kini tidak lagi berkurang volumenya, dan tetesan lembut oli tidak lagi jatuh ke lantai tempat Ferio sedang terparkir.
    Informasi yang kebetulan terjejak di dalam ruang interior mobil, menunjukkan penggantian oli tramisi dan mesin masih lama. Pengalaman mudik menunggang Ferio 2000 sejauh delapan ratus kilometer diiringi kebocoran waterpump sungguh pengalaman tak menyenangkan. Selepas tol Cikampek dan kami �dibuang� ke arah Subang pada panel dashboard terlihat temperatur mendekati tiga perempat. Waktu itu menjelang siang hari. Sejenak sedan kami minggir dan menghentikan laju kendaraan. Kami segera buka kap mesin mobil sekilas air reservoir kosong, dan radiator terasa panas. Seseorang lelaki tua yang berdiri mengawasi tidak jauh dari tempat parkir kendaraan kami bergegas mendekati dan bertanya pelahan, �Mengapa, pak?�


�Temperatur mesin naik, pak�� jawab kami sejenak mengawasi raut wajah sang lelaki tua itu. Kami tatkala ini tengah kebingungan jadi tidak melakukan apapun selain menunggu mesin menjadi dingin. Lelaki itu tanpa diperintah siapapun bergegas mengambil seember air dan mulai menyirami radiator mobil Ferio kami dengan air sumur.

�Wah, bisa kena silinder headnya kalau tidak segera didinginkan�� kata lelaki tua itu  pelahan sambil terus mondar-mandir mengambil air sumur. Kami terheran-heran karena memang sedang terkaget-kaget mengalami kejadian tersebut pertama kali.
�Tolong minta lap,� pinta lelaki tua itu agaknya ia akan membuka tutup radiator mobil. Kebetulan yang kami bawa adalah pempes anak-anak yang masih baru. Ia pun menerima pempes itu dan meletakkannya di atas tutup radiator, dengan hati-hati ia membuka tutup radiator pelahan. Setelah radiator terbuka segera saja berember air dituangkannya ke dalam tabung radiator yang mungkin sudah kosong itu. Lelaki tua itu tanpa diperintah terus menuang air ke dalam mulut radiator hingga penuh.
Selesai sudah ia mengisi radiator dan meminta kami menghidupkan mesin. Setelah mesin hidup kami dipersialahkan jalan kembali. Ia tidak berkata sepatah pun apalagi meminta sesuatu dari kami. Dengan kesadaran kami sendiri secara paksa kami selipkan lembaran uang bernilai tidak lebih dari sebungkus rokok ke dalam sakunya. Ia tidak menolak, dan mengucapkan terimakasih sambil tersenyum.
Setelah perjalanan kami lanjutkan beberapa puluh kilometer kembali terjadi panel dashboard yang menampilkan jarum termperatur kembali naik pelahan mendekati tiga perempat. Kami berhenti dan mengisi radiator kembali. Secara tidak sengaja kami mengintip kolong mesin dan tampaklah dua tetesan air mengucur dari atas yakni bagian mesin. Yang satu adalah tetesan buangan ac, dan yang satu lagi berasal dari waterpump yang bocor.
Begitulah yang terjadi hingga kami mampu menempuh hampir delapan ratus kilometer.
Waterpump Honda Ferio terletak di bagian kanan mesin tepatnya berada di atas dynamo amper. Jika waterpump mengalami gangguan alias sudah bocor seal-sealnya maka tampak kebocoran air cukup deras menetes ke bawah. Hal itu dapat diketahui dengan mengintip kolong mesin sejenak sewaktu mesin sedang hidup maupun keadaan mati setelah tabung radiator terisi penuh. Tidak ada obat yang manjur kecuali mengganti dengan waterpump yang baru di bengkel besar. Pembongkaran waterpump Honda Ferio cukup rumit dan memakan waktu dua jam jika dikerjakan oleh profesional. Untuk perbandingan mobil lainnya seperti Kijang posisi waterpump nya cukup mudah dijangkau tanpa membongkar bagian mesin yang lainnya.
Setelah tiba di tujuan pada dua hari kemudian kami mencari bengkel di kota terdekat dan meminta agar ada penggantian waterpump yang bermasalah itu dengan yang baru. Harga waterpump merek Nissan sekitar empat ratus limapuluh ribu, plus ongkos pasang total sekitar enam ratus ribu.
Sejak waterpump baru tersebut terpasang untuk beberapa hari dipergunakan jarak dekat temperatur mobil tidak lagi naik, akan tetapi pada suatu hari setelah kami melakukan perjalanan cukup jauh keliling ke sebuah kota di Jawa Timur sejauh duaratus kilometer kembali terjadi gangguan naiknya temperatur menjadi sekitar tiga perempat. Tanpa pikir panjang kami menepikan kendaraan dan membuka kap mesin, dari bagian depan terdengar cukup jelas suara desis tiada henti, rupanya suara itu berasal dari radiator, ada lubang sebesar jarum tepat di bagian las-las an di leher radiator. Setelah mendinginkan mesin beberapa menit dan berhasil mengisi penuh radiator dan reservoirnya kami melanjutkan perjalanan kembali. Usai tiba di tempat tujuan hari sudah senja, kami kembali ke rumah sejauh 30 km. Sementara itu radiator yang bocor sudah kami tambal sementara dengan lem besi berwarna hitam yang terdiri dari dua sachet yang harus dicampur rata. Kebocoran rupanya tidak mampet melainkan berpindah ke tempat sebelahnya yang lemah las-las annya. Keesokan harinya pagi-pagi sekali kami mulai mencari bengkel radiator di kota terdekat, jarak dari rumah kami lumayan jauh sekitar 20 km, kepada sang ahli radiator yang pertama kali kami temukan kami utarakan masalah pada kendaraan kami yaitu terjadinya kebocoran pada radiator yang sebesar jarum itu agar diperbaiki. Sebelum ahli radiator itu mulai bekerja kami bertanya terlebih dulu kepada sang spesialis radiator mobil itu, �Berapa pak ongkos perbaikan radiator ini kira-kira?�
�Seratus ribu.� Jawabnya singkat.
�Baiklah, Kalau begitu sekalian tolong dibersihkan bagian dalamnya, ya,� sahut kami yang belum begitu faham mengenai soal perbaikan radiator mobil.
Spesialis radiator itu segera mencopot bagian radiator dan mulai mengoperasinya. Ia membuka las-lasan timah yang berada di atas dan mulai memperlihatkan isi bagian dalamnya yang penuh kotoran.
�Wah, pasti kalian bolak-balik ngisi air, ya?�
�Ya, betul. Bagaimana dengat thermostat mobil ini, pak? Apakah masih asli atau sudah tidak ada? Tanya kami ingin tahu.
�Coba tiup selang bagian atas itu dan jika tertahan itu tandanya masih ada thermostat.�
Kami tiup selang itu dan bluss air mengalir dari bawah tanpa hambatan. Itu artinya thermostat sudah dicopot.
Sekilas kami perhatikan tukang radiator yang punya kebiasaan menutup bengkelnya pada hari Jumat itu. Dengan sebilah pelat tipis panjang Ia sedang menjolok-jolok lubang radiator yang berjumlah sekitar duabelas itu dengan menarik dan memasukkan logam tipis lebar itu ke dalam rongga radiator yang bersekat-sekat itu. Dan dari ujung bawah berkali-kali tampak keluarlah kotoran kecoklatan pekad dari dalam radiator mobil kami.
Setelah selesai dengan proses pembersihan itu dan mengisinya dengan air berkali-kali, maka tampak air jernih keluar masuk dari lubang kecil-kecil berjumlah sekitar belasan itu. Rupanya proses pembersihan sudah selesai, sang tukang kini melanjutkan pekerjaannya mengelas kembali bagian tutup berbentuk pelat panjang itu ke bagian tubuh radiator. Proses pengelasan dengan timah dan las itu tampak cukup rumit, ada keran-keran yang selalu dibuka dan ditutup, ada tabung gas bekas freon yang selalu diguncang-guncangnya. Ada perbaikan pada dudukan radiator yang patah, dudukan radiator itu sangat vital karena menentukan rongga jarak antara kipas dan sirip radiator. Kami puas sekali dengan pekerjaan tukang yang satu ini.
Lebar radiator Honda Ferio kecil hanya menempati separoh penampang bagian depan mesin. Bagian setengahnya ditempati oleh kondensator AC yang juga terdapat kipas extra fan untuk mendinginkan kondensor sewaktu AC sedang dihidupkan. Kedua kipas radiator dan AC berputar ke yang sama, dan bentuk sirip kipas pun hampir serupa. Kipas radiator hanya menyala beberapa menit sewaktu thermostat radiator menerima sinyal panas, tatkala thermostat menerima sinyal dingin maka kipas radiator berhenti berputar, demikian seterusnya. Sinyal thermostat radiator bekerja berdasarkan tingginya tingkat suhu air yang mengalir ke semua bagian mesin.
Sekilas sebelum ke bengkel service radiator kami sempat menanyakan ke toko onderdil harga radiator baru sedan kami sekitar 1,5 juta. Untuk radiator jenis sedan ketersediaan suku cadang di kota kecil sangat sulit ditemukan, yang ada dalam gudang mereka adalah radiator jenis kijang dan suzuki carry yang harganya berkisar 1 juta-an.
Sejak radiator dalam kondisi selesai dibersihkan secara tuntas itu pendinginan Ferio kami tidak lagi mengalami kendala baik oleh temperatur mesin yang tiba-tiba melonjak maupun dropnya rpm mesin dalam kondisi panas. Mesin vtec-s itupun rpm-nya stabli di antara 1000-an atau di pagi hari waktu baru start menyala berkisar 1500-an. Untuk mendapatkan rpm terendah caranya dengan menyetel idle rpm yakni dengan memutar mur dengan obeng minus yang posisinya menghadap ke filter udara. Putaran obeng minus ke arah kanan hingga mentok berhasil menurunkan rpm pada start pagi hari dari semula 1500-2000 menjadi 1000-1500. Honda Ferio yang sudah dibuang thermostatnya ini pada pagi hari jika mesin di start akan langsung hidup pada putaran 1500 rpm. Setelah lima menit menyala, kemudian mesin dimatikan dan di start kembali, maka mesin bisa hidup stasioner pada 1000 rpm.
Perjalanan balik dari Jawa Timur menuju ke tempat asal di salah satu kota di Jawa Barat, hampir sempurna tidak lagi membuka kap mesin mobil selama perjalanan, karena panel temperatur si Ferio stabil terus pada posisi setengah. Kami mencatat konsumsi bbm Honda Ferio ini menelan sekitar 100 liter untuk jarak tempuh 750 km, dengan kondisi jalan macet karena buruknya keadaan jalan di sekitar Purwodadi, dan juga macet terjadi antara ruas jalan sejak keluar tol Palikanci Cirebon hingga menuju tol Cikampek. Wilayah Subang ini setahu kami sejak 10 tahun yang silam selalu rawan kemacetan baik bagi kendaraan roda dua maupun empat. Macet juga kami temui antara Jombang Kertosono yang menuju ke Nganjuk. Macet di siang hari tentu sangat menyiksa bagi penumpang kendaraan tanpa pendingin udara (AC). Patut dicatat bahwa naiknya suhu mesin Ferio berpengaruh pada AC, begitu temperatur naik maka tatkala itulah sistem pendingin AC juga tidak bekerja maksimal, kadang dingin dan kadang hanya mengeluarkan udara kipas angin. Gangguan juga terjadi pada dynamo stater yang tidak mau menggerakkan mesin, setelah menunggu beberapa menit baru dynamo bekerja normat. Itulah berbagai hal yang ditumbulkan akibat naiknya temperatur mesin yang tertera pada control panel.
Selama perjalanan arus balik tatkala sistem pendingin mesin Ferio bekerja dengan baik dan tidak ada kenaikan temperatur mesin, seingat kami AC juga bekerja normal sepanjang jalan, lumayan menyejukkan di dalam kabin terutama bagi anak-anak balita tatkala sedang berada di jalanan macet.
Adapun kondisi sistem pendingin Ferio kami di pagi hari kini kami anggap sudah sangat memuaskan. Ada hal kecil yang membutuhkan perbaikan sendiri, yakni dibandingkan tatkala sebelum radiator maupun lainnya diservice keadaan reservoir selalu habis sedangkan air dalam tabung radiator sendiri air masih penuh. Selidik punya selidik ternyata ada selang karet berukuran kecil yang bocor alus sukar terlihat dari depan maupun samping mesin, air itu menetes di dekat bagian bawah injektor. Selang air itu setelah kami periksa awalnya terjadi kebocoran rupanya tertusuk pipa besi yang berkarat dan kebocoran itu sudah lama sekali terjadi. Hal itu tampak dari berkaratnya klem hingga hancur yang tepat berada di bawah bocoran. Untuk mengatasi bocoran itu memang harus dilakukan penggantian selang. Untuk sementara (biasanya pada akhrnya untuk selamanya) secara hati-hati kami lepaskan selang itu dan menambalnya dengan lem aibon kemudian ditutup dengan ban dalam sepeda motor. Setelah itu dikencangkan dengan klem. Selanjutnya selang (pipa karet) itu kami pasang kembali dan untuk sementara kebocoran kecil itu pun hilang. Radiator dan reservoir tiap pagi kami kontrol dan hasilnya kini tidak lagi berkurang sedikitpun volume air yang terdapat di dalam tabung keduanya.
Pengalaman kami ini tidak perlu dibaca bagi pemilik mobil baru, karena tentu tidak ada gunanya bagi mereka yang mudik dengan kendaraan 100 persen baru. Akan tetapi bagi kendaraan lawas yang tampak sangat sedikit di jalananan mudik hal ini mungkin saja terjadi dan dihadapi oleh siapapun juga yang tidak mempersiapkan diri dengan kendaraan yang sudah dikondisikan menempuh perjalanan jauh.

*****


Tips Atasi Ban mobil berisik

Tips Atasi ban mobil berisik mbah subowo bin sukaris Kembangan ban mobil yang salah posisi bisa jadi sumber berisik dari kaki-kaki mobil.   ...