Rabu, 23 Maret 2016

Cara menambal patrian/las retak radiator tembaga

Cara menambal patrian/las retak radiator tembaga

mbah subowo bin sukaris

Bagian atas radiator dekat tutup dan selang masuk air panas dari mesin merupakan yang terpanas serta bertekanan tinggi. Bagian atas ini terutama pada radiator tembaga sering bermasalah pada sambungan bekas solderan yakni terjadinya retakan timah solderan yang mengakibatkan rembesan alias radiator bocor. Biasanya terjadi setelah beberapa bulan dipatri dan dikorok oleh tukang radiator. Retakan timah yang menyambung bagian atas dan kisi-kisi yakni bagian tubuh radiator ini sukar sekali ditambal, dengan lem araldite, dextone, lem gasket silikon tidak mempan, retakan timah yang sangat kecil dan memanjang di bagian bawah permukaan memang sulit dibendung. Apalagi logam timah dan tembaga bisa memuai jika temperatur tinggi, maka jika temperatur tunggi dan logam itu saling merapatkan satu sama lain terkadang kebocoran/rembesan itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi pada saat temperatur sudah dingin kebocoran itu kembali muncul. Oleh kerena itu untuk mendeteksi sumber kebocoran sebaiknya sewaktu mesin mobil baru dinyalakan beberapa menit, dan beberapa menit sesudah mesin dimatikan. Pada suhu tinggi mungkin saja retakan timah dan tembaga itu menyatu dan mampetlah kebocoran, mungkin juga uap air yang panas itu tidak kasat mata lagi, karena kecilnya kebocoran yang terjadi. Oleh sebab itu jangan abaikan tetesan cairan yang kadang muncul dan kadang hilang di daerah sekitar tutup maupun selang atas itu bisa jadi kasusnya sama dengan yang penulis alami sebagaimana diterangkan di atas. Kebocoran sebesar jarum itu memang tidak membahayakan diperjalanan, akan tetapi yang terjadi permukaan reservoir biasanya turun satu hingga tiga centimeter tatkala menempuh jarak perjalanan sejauh dua ratus kilometer.
      Penyebab retaknya timah solderan di sekitar daerah selang atas itu wajar saja terjadi mengingat gempuran suhu tinggi terus berlangsung selama perjalanan. Penambalan dengan lem dextone/araldite maupun berbagai jenis lem silicon, malah tidak menyembuhkan bagian yang retak halus itu, mengingat logam timah maupun tembaga bahan radiator itu memuai dan menyusut, apalagi retakan berada di bawah permukaan timah. Mungkin untuk bocoran di tempat lain yang suhunya tidak ekstrim misalnya bagian bawah radiator bisa saja cukup ditambal dengan lem besi maupun lem silikon.
      Jika terlanjur menambal bocoran dengan lem besi, dan ingin membersihkan lem yang sangat keras itu, bisa dilakukan dengan mencongkel secara hati-hati agar tidak melubangi body radiator. Lem besi memang keras akan tetapi tidak terlalu melekat ke tubuh radiator. 
    Tidak ada cara mujarab dan manjur jika solderan timah retak selain membawa radiator bermasalah itu agar ditangani oleh profesional, mengingat peralatan mereka yang lengkap. 
     Biaya penambalan di tukang radiator dengan kondisi bocor sepanjang lima belas centimeter itu kurang lebih sepertiga dari tarif service korok radiator. Proses penambalan ulang radiator itu hanya memakan waktu kurang dari setengah jam.

*****

Senin, 14 Maret 2016

Trik mengubah mobil punya 'mesin kering'

Trik mengubah mobil punya 'mesin kering'

mbah subowo bin sukaris

Berdasarkan pengalaman kami mengenai mesin mobil yang belepotan olie tergerak memperbaikinya, tatkala seseorang berkomentar saat ikut melongok ruang mesin mobil civic, "Wah, seal-sealnya aja itu perlu diganti." Kami menjawab, 'Baru beberapa minggu overhaul," memang overhaul sasaran utama mengganti packing silinder head itu tidak semua komponen diganti termasuk seal-seal, jadi wajar saja bocor. Dalam perjalanan jauh (hampir 20 jam nonstop) sesampai di tujuan pada pagi hari pada saat mencabut stick memang terasa oli berkurang drastis. Untuk menyiasatinya, ya, kami tambahi oli secukupnya. Memang mesin mobil kami basah di sana sini. Lama-kelamaan penulis punya waktu juga untuk mengakali kebocoran oli yang rembes itu satu demi satu. Pada langkah awal sasaran pertama packing tutup silinder head yang selalu rembes karena baut-baut pengikat ada yang dol beberapa buah. Baut-baut itu bahkan ada yang sama sekali tidak bisa dikencangkan. Kejadian itu memang sudah sejak awal kami beli mobil itu, dan belum tuntas juga walau sudah pernah ditangani oleh bengkel untuk masalah tertentu. Tempo hari memang baut dol itu diketahui bengkel setelah tahap finishing, jadi tidak sempat dibawa ke bengkel bubut, sayang sekali tidak sekalian diperbaiki, maka sang mekanik sambil menyeka tetesan oli dengan lap dan memerintahkan seseorang mengencangkan baut dol yang kami ketahui sudah lama, ia menyarankan kepada penulis, "Jangan lupa sering-sering periksa oli dan tambahi kalau kurang." Itu saja.
      Baut sepanjang tujuh sentimeter itu terdapat karet seal dan ring kami pindahkan ke baut lain yang baru dibeli sepanjang delapan centimeter (kepala baut sudah dibuang), sebanyak lima buah, rencananya ialah mengganti baut biasa itu menjadi baut tanam yang lebih aman dikencangkan dan tidak ada resiko dol, bukankah yang dikencangkan cuma mur belaka? Sayang sekali salah satu baut benar-benar rusak parah, kami bahkan memutuskan untuk menanam baut drat kasar. Setelah semua sukses ditanam dengan teknik "dua mur" kami mulai mengencangkan kelima baut itu menurut langkah saling-silang. Setelah beberapa menit mesin dinyalakan hasilnya lumayan juga, cukup memuaskan alias tidak bocor/rembes lagi.
      Sasaran kedua mencopot delco dan mengganti O-ring seharga lima ribu saja, lebih tebal dari aslinya. Untuk pengerjaan ini harus hati-hati menandai posisi noknya. Agar kelak sewaktu memasangnya kembali lebih gampang. Dengan O-ring baru yang agak seret masuk ke liangnya, hasilnya lumayan juga, ga ada lagi tetesan oli yang bertahun-tahun membasahi selang air di bawah delco. Sebenarnya masih ada satu lagi "olie seal" di dalam delco itu, tapi kami menganggapnya baik-baik saja. Hal itu dapat dibuktikan, karena penulis sudah memasang tudung karet ban dalam untuk melindungi selang tersebut. Tiap kali memeriksa "tudung" itu memang tidak ada setetes pun oli.

    Sasaran ketiga mengganti seal selang power steering "high pressure". Susah juga mencari di toko spare-parts O-ring yang mungil itu, rupanya sudah diborong spesialisnya, kali. Kebetulan tersisa satu O-ring yang kekecilan, apa boleh buat walau kekecilan tapi ketebalannya pas lebih tebal sedikit dari aslinya. Setelah "gupak" oli power steering gara-gara mencopot selang "tekanan tinggi" penulis berhasil juga menanam O-ring baru itu. Hasilnya, syukurlah tak lagi bocor, modal cuma lima ribu, plus menambahi olie power steering yang masih ada stok. Karena selama ini kebocoran olie power steering cukup lumayan membasahi kompresor ac tepat di bawahnya, pada tabung reservoir walau tidak terasa, tapi jelas berkurang jika ditambah hingga garis maximum. Pada awalnya kami mendapat mobil ini lebih parah lagi kondisinya karena baut-baut selang power steering sudah kendor semua dan oli sampai menetes ke lantai parkiran. Secara reflek penulis kencangkan semua baut yang ada dan sembuh. Itu dulu. Sekarang giliran pompanya yang selalu tampak basah olie di sekitar selang "high pressure" dan tampaknya bagian itu kini sudah mengering.
      Sasaran keempat mengatasi kebocoran O-ring vtec selenoid. Yang ini beda bentuk O-ringnya penulis mencoba mengakalinya dengan melilit seluruh bulatan O-ring vtec dengan solatip air. Konon solatip air seharga tiga ribu rupiah itu tahan temperatur tinggi. Kalau hasilnya gagal terpaksa akan penulis ganti o-ring baru. O-ring yang berbentuk angka delapan plus satu lubang itu, memang agak susah dililih solatip, tapi dengan pelahan dan teliti akhirnya penulis berhasil juga melilitnya seluruh bagian, apalagi bagian tengah lingkaran terdapat sisipan saringan oli. Pada bagian ini cukup dililit memanjang atau menyilang saja. Setelah lilitan cukup tebal maka langkah selanjutnya memasangnya setelah itu menghidupkan mesin, hasilnya hinga sejauh ini belum terjadi rembesan oli dari wilayah itu yang menyebar ke bagian depan, bagian di bawah delco pada awalnya basah sekali oli, bayangkan saja di situ terjadi gabungan rembesan oli berasal dari tiga tempat, packing tutup cylinder head plus bocoran o-ring vtec selenoid ditambah lagi dengan rembesan o-ring delco. 
     Sampai di sini cukuplah dulu memburu bocoran bagian atas mesin, karena belum ada lagi sasaran baru yang perlu digarap O-ring nya. Paling tidak jika mesin dipandang dari atas akan berubah dari mesin "basah" menjadi mesin "kering" dengan modal ringan. Tinggal tunggu berapa lama akan bertahan terus kering.

******

Minggu, 28 Februari 2016

Cara mengganti kanvas rem cakram mobil

Cara mengganti kanvas rem cakram mobil

mbah subowo bin sukaris

Ada perbedaan mekanisme piston rem cakram antara bagian depan dan belakang pada sebuah kendaraan roda empat. Rem depan lebih sederhana cara mendorong piston agar masuk ke dalam agar bisa dipasangi kanvas baru, yakni cuma dengan alat klem penekan piston. Sedangkan rem belakang piston harus diputar ke kanan atau kekiri agar piston terdorong masuk ke dalam.
     Mengganti kanvas rem cakram baru yang lebih tebal lapisan kanvasnya dibandingkan kanvas lama yang sudah termakan aus oleh gesekan dengan piring cakram baja, tentu akan mentok jika dipasang begitu saja pada posisi piston dengan kanvas lama. Maka diperlukan langkah mendorong piston sebelum bisa dipasangi dengan kanvas baru.
     Piston rem yang tidak bermasalah alias masih bekerja dengan baik memang mudah didorong atau diputar agar masuk ke dalam silinder. Akan tetapi terkadang terjadi piston macet, tidak bergerak maju atau mundur. Hal itu terjadi karena posisi piston tatkala sistem hidrolis bekerja posisinya miring atau terganjal kotoran. Kondisi seperti ini tentu harus diservice total oleh mekanik bengkel langganan.
     Untuk mengganti kanvas dalam kondisi normal sebenarnya tidak sulit, asal memiliki perlengkapan alat yang baik untuk itu.
     Harga kanvas orisinil biasanya dua kali lipat dari kanvas nomor dua, sepasang kanvas untuk satu roda yang tidak orisinil/nomor dua kurang lebih 200 ribu.
     Bedanya kanvas ori dan tidak ori terdapat pelat tipis baja yang berfungsi sebagai peredam, bisa juga disiasati dengan pelat yang lama.
     Pada cakram roda belakang lebih rumit konstruksinya mengingat terdapat dua fungsi sekaligus rem tangan dan rem kaki.
     Langkah pertama membuka ban, mengendorkan sedikit baut roda, mendongkrak ban secukupnya dan melepaskan beberapa baut dan rodanya.
     Pada kaliper rem cakram belakang untuk mencopot kanvas lama dengan melepas dua baut dan juga melepaskan kabel rem tangan. Untuk roda depan cukup satu baut kaliper dibuka, baut yang satu lagi berfungsi sebagai engsel tatkala kaliper dibuka ke atas.
     Setelah selesai proses bongkar dan kanvas dapat dilepas, lakukan langkah mendorong piston kaliper rem agar masuk ke dalam lagi.
     Penekan sederhana untuk bagian depan sedangkan alat kunci pembuka mur bintang untuk memutar piston rem belakang, agar terdorong masuk. Biasanya diputar ke kanan agar masuk, atau putar ke kiri agar maju keluar pistonnya.
     Setelah piston berhasil didorong masuk maka kita dapat mudah memasang kanvas baru dan merakit kembali kaliper yang tadi dibongkar. Jangan lupa memberi grease/gemuk di beberapa baut kaliper agar kaliper dapat main/bergerak tatkala terjadi pengereman.
     Dan setelah roda terpasang maka selesailah proses penggantian kanvas rem kendaraan empat kita.
     Catatan: permukaan minyak rem pada tabung reservoir akan bergerak naik tatkala piston kaliper rem didorong masuk.
     Membongkar/mengganti kanvas rem tidak akan membuat masuk angin pada sistem hidrolis, sehingga penggantian kanvas dapat dilakukan sendirian saja.




*****

Rabu, 17 Februari 2016

Tips mengatasi rembesan oli dari O-ring Delco

Tips mengatasi rembesan oli dari O-ring Delco

mbah subowo bin sukaris


Delco atau distributor pengapian merupakan satu unit bagian mesin kendaraan roda empat yang sering digeser-geser untuk tune mesin. Delco/distributor bisa untuk memajukan atau mundurkan titik pengapian.  Jika diputar ke kanan berarti titik pengapian diperlambat sebelum TMA, dan sebaliknya ke kiri berguna untuk memperlambat titik pengapian yakni sesudah TMA (titik mati atas). Jika terdapat tetesan/rembesan oli yang terdapat di bagian bawah delco ada dua kemungkinan, pertama dari O-ring (terbuat dari plastik/karet) delco dan kedua bersumber dari oli seal yang berada di dalam delco/distributor pengapian itu sendiri. Pada mobil modern isi delco sudah kompak yakni: koil, cdi, rotor, dan stator. Signal sekaligus penggerak putaran delco/distributor pengapian ada dua macam yakni berbentuk palang dan roga gigi.
      Penulis yang mengalami mesin mobil bagian sekitar delco agak rembes oli. dan telah membuka O-ring delco dan menyimpulkan O-ring yang terpasang itu terlalu tipis/kurus. Langkah berikutnya membawa contoh karet berbentuk O itu dan membeli di toko onderdil mobil, yang satu menawarkan O-ring kurus seperti contoh yang dibawa (penulis tidak jadi membeli, percuma saja akan bocor lagi), dan pada toko lainnya yang penulis kunjungi menawarkan O-ring agak gemuk, seharga 5 ribu.
    O-ring gemuk itu yang penulis cari-cari (jika terlalu gemuk akan sulit memasangnya), bahkan penulis membeli ukuran diameter yang sama seperti contoh dan membeli ukuran diameter di bawahnya buat jaga-jaga. Dua-duanya agak tebal dibandingkan aslinya yang terpasang di civic 2000 itu. Secara kasat mata O-ring kurus hampir tidak ada �galengan� pada moncong delco yang menancap ke blok mesin. Sedangkan O-ring yang agak tebal itu lumayan ada tonjolan/galengan sekira sepersekian milimeter. Penulis yakin dengan O-ring baru agak tebal itu oli dari ruang mesin tidak akan rembes keluar lagi dan membasahi salah satu pipa karet berisi air pendingin. Benar, sewaktu memasukkan kembali delco yang sudah dipasangi O-ring baru ke sarangnya yang berbentuk palang itu memang terasa agak seret, penulis melumasi dengan oli agar mudah masuk. Diagnosa sementara pada civic 2000 yang sedang penulis �oprek� O-ringnya terlalu tipis alias kurang gemuk, sehingga mudah diputar-putar delconya (setelah dicopot tiga baut) terasa enteng sekali. Bagaimana tidak rembes menerima oli bertekanan dari ruang mesin?
     Hasilnya setelah mesin dihidupkan beberapa hari, untuk sementara memang tidak ada lagi tetesan oli yang membasahi selang karet yang berada persis di bawah delconya. Selang air yang berukuran medium itu sekian lama ditetesi oli panas menjadi empuk, dibandingkan selang lainnya dipencet masih terasa keras.
      Kebocoran atau rembesan oli sekitar delco yang sembuh ternyata masih ada lagi yakni berasal dari packing tutup silinder head. Baut-baut yang berjumlah lima buah itu sudah penulis ganti dengan baut tancap, sebelumnya dengan baut aslinya ada dua yang sudah dol. Rencana penulis jika tak ada lagi rembesan dari packing cover dan sudah sembuh maka baut model tancap/tanam itu agar lebih aman/tidak mudah patah akan penulis ganti dengan yang lebih bermutu tinggi, biasanya berwarna kehitaman. Mengapa pabrikan tidak menggunakan baut tancap/tanam saja jika cover tutup silinder head itu sering dibuka, entah untuk menyetel klep, mengganti timing belt atau lainnya. Alasan yang masuk akal baut tancap itu memang terlalu panjang kurang lebih sekitar 5 cm. Pada mesin civic generasi berikutnya bagian cover silinder head memang menggunakan baut tanam, pendek saja ukurannya.


*****

Selasa, 16 Februari 2016

Trik atasi motor power window ngadat

Trik atasi motor power window ngadat

mbah subowo bin sukaris

Power window bagian pengemudi yang paling kerja keras, sering dibuka tutup dibandingkan jendela pintu lainnya pada sebuah kendaraan. Tak pelak lagi gangguan pun lebih sering terjadi pada power window depan ini. Pada mobil yang cukup umur, kerusakan dimulai dengan seretnya kaca naik-turun, hingga kaca miring tidak rapat menutup.
      Penulis mengalami keadaan kaca tidak bisa tertutup rapat, masih ada lubang di salah satu sudut, sementara sudut yang lain telah mentok ke bagian atas. Berbagai solusi telah penulis terapkan antara lain menyemprotnya dengan spray dashboard, dan hasilnya kaca malah macet total. Pembongkaran demi pembongkaran tidak juga mengatasi masalah itu. Jalan keluar sementara ialah menjaga kaca tetap licin pada relnya dengan shampoo cair kurang lebih seminggu sekali. Akhirnya penulis mengisolasi masalah yakni pada bagian dekat spion yang menjadi biang keladi melencengnya kaca tatkala menutup. Dudukan karet dari logam dibikin longgar dengan jepitan tang, dan karet pun dengan sendirinya ikut lebar celahnya. Itu rupanya yang menjadi solusi manjur.
      Permasalahan power window bagian sopir pun pada suatu kali perjalanan mudik terjadi lagi. kali ini bukan kaca melenceng, akan tetapi power window sopir macet dalam posisi tertutup alias tidak bisa dibuka. Wah, celaka, nih, hobi penulis yang selalu lewat tol kena batunya. Gejala motor power window itu jika macet hanya kadang-kadang saja, Jika mendadak macet dalam perjalanan panjang, wah, repot sekali, terpaksa salah seorang penumpang duduk di bangku belakang sopir untuk mengambil tiket tol dan juga membayar tol.
     Kejadian power window tidak bekerja itu memang sudah cukup lama, tapi penulis melakukan pembiaran, pada awalnya selama gangguan itu bersifat sementara saja, kadang bisa jalan lagi, entah keesokan paginya atau setelah melewati jalanan bergelombang, seolah dengan hentakan-hentakan maka power window pengemudi bisa jalan lagi. Akhirnya liburan tahun baru 2016 yang silam, power window sopir itu benar-benar macet.
    Penulis pun membongkar total untuk pertama kalinya (setelah tiba di rumah) regulator power window itu. Kaca diikat erat ke frame pintu atas, baut pemegang kaca dua buah dilepas, dan empat baut regulator dapat giliran. Yang terakhir melepaskan tiga baut motor power window.
    Singkatnya dengan melepaskan semua baut itu dan kaca dalam posisi diikat ke atas, maka regulator bisa dikeluarkan total.
      Diagnosa sementara sebelum mulai membokar ditemukan gejala sbb: motor power window itu panas sekali jika tombol naik turun ditekan. Tak ada gerakan sama sekali. Dua skrup penutup motor itu pun kena giliran dibuka, dan selongsong pun terlepas. Untuk mengeluarkan rotor dengan cara diputar ke kiri pelahan. Hingga terlihat arang/carbon rotor yang masih lumayan tebal. Bagian buntut rotor penulis olesi dengan �gemuk�, dan bagian ulir atas diberi sedikit saja. Jangan sampai arang/carbon terkena pelumas padat itu.
    Karena diagnosa menunjukkan gangguan pada motor power window, maka rasanya tidak perlu bongkar bagian lainnya kecuali penutup motor power window. Setelah dirakit dan dipasang kembali (dengan langkah kebalikan tatkala membongkar) ke pintu, dan dicoba, hasilnya, �......ngiiiiiiing,� lancar jaya sampai sekarang. Plus penyakit kaca melenceng pun ikut sembuh.
      Memasang regulator ke kaca memang butuh hati-hati karena kaca itu mungkin bisa pecah, dan penyetelan sedikit, intinya kaca didorong ke belakang sewaktu mengencangkan semua baut-baut kaca dan juga baut regulator. Arang/carbon motor power window civic ferio bentuknya rada paten, dan dua tingkat. Penggantian tidak bisa dengan carbon biasa tanpa dudukan, sesuai contoh carbon/arang itu diikat dengan pelat berpegas. Konstruksinya kokoh dibandingkan misalnya dengan konstruksi carbon pada dinamo stater sepeda motor yang bisa diganti dengan carbon apapun tinggal menyesuaikan bentuknya saja dengan cara dikikir, atau diamplas untuk meniru bentuk aslinya.


*****

Senin, 15 Februari 2016

Trik menguras air radiator mobil tanpa korok

Trik menguras air radiator mobil tanpa korok

mbah subowo bin sukaris

Air radiator (radiator coolant) yang umum digunakan kendaraan bermotor antara lain: air sumur, air destilasi, air buangan ac, dan cairan coolant bermerek. Cairan apapun di dalam tabung radiator fungsinya sama: mendinginkan mesin kendaraan bermotor. Pilihan penggunaan radiator coolant di tangan masing-masing pemilik kendaraan, dan tentunya ada keuntungan di satu sisi dan kerugian di sisi lainnya. Menggunakan air biasa memang banyak ruginya karena cepat menimbulkan karat mengingat air itu bersentuhan dengan mesin yang terbuat dari tembaga, alumunium, dan besi. Menggunakan coolant yang dijual di toko memang mengurangi karat karena terdapat antikarat, akan tetapi kadang tidak jelas kwalitasnya terutama yang berlabel "pendatang baru".
     Coolant yang disebutkan di atas dikhawatirkan dapat merusak seal karet atau komponen non logam lainnya. Demikian pula coolant bermerek yang mahal dan terlalu "canggih" pun dikhawatirkan dapat menggerus bagian non-logam jika dipergunakan pada kendaraan lawas.
    Kembali pada judul di atas, langsung saja penulis yang berniat membersihkan radiator civic 2000, dimulai dengan melepas selang radiator atas dan bawah. Selang bawah itu terlepas dan air pun banjir tumpah dari bagian bawah radiator. Selanjutnya melepaskan socket kabel kipas radiator. Hanya dengan melepaskan satu baut di dekat tutup radiator, maka dapat terlepas bagian radiator berikut kipas elektrik yang masih menempel.
     Kipas radiator dilepas dari unit radiator dengan membuka tiga baut di sekelililing kipas. Selanjutnya dengan selang air mengalir dijejalkan ke mulut atas radiator hingga semua kotoran turun dan keluar. Langkah yang berikutnya yang tidak mungkin dilakukan tanpa melepas unit radiator adalah membalik radiator bagian atas berada di bawah, dan mulut radiator bawah yang sedang di atas itu dijejali selang air mengalir. Setelah bersih maka selesailah proses membersihkan radiator. Setelah selesai proses itu boleh saja dilanjutkan dengan menambah cairan radiator flush yang dicampur air secukupnya. Proses ini bisa dilakukan setelah lubang radiator bagian bawah ditutup dengan plastik dan diikat karet, bagitu pula bagian atas ditutup plastik yang diikat karet. Radiator flush yang bercampur air panas dibiarkan merendam bagian dalam radiator selama beberapa puluh menit, boleh juga di"gojak-gojak" biar bersih.
     Mengapa radiator harus dilepas dari dudukannya di kendaraan kita? Jawabannya ialah kotoran yang menumpuk di bagian atas tabung radiator akan sangat sulit mengalir ke bawah, mengingat lubang-lubang "ply" radiator hanya berukuran satu senti kali tiga milimeter. Jika ukuran kotoran lebih besar dari lubang "ply" radiator maka kotoran itu akan selamanya berada di dalam tabung radiator bagian atas. Terkadang kotoran jumbo itu malah menutup bibir pada mulut lubang-lubang atas radiator, inilah yang menghambat atau memperlambat aliran air panas ke dalam radiator yang selanjutnya didinginkan oleh kipas elektrik/biasa dan juga hembusan angin dari depan.
     Setelah semua proses pembersihan radiator selesai, selanjutnya silakan memasang kembali ke ruangan mesin kendaraan, selang-selang menurut hemat penulis tidak usah diberi sealant, akan tetapi langsung dipasang dan diklem saja. Karena penulis berniat mengganti air biasa dengan radiator coolant bermerek "P" seharga 50-60 ribu segalon, maka mulailah mengisi radiator dengan cairan itu hingga penuh, demikian pula tabung reservoir diganti dengan cairan hijau itu. Ada satu langkah yang urung dikerjakan oleh penulis, yakni membuka lubang pembuangan di bagian blok mesin, agar cairan lama benar-benar habis. Mengingat baut buangan air di mesin civic 2000 yang berada dekat dengan filter oli itu sulit dijangkau tanpa mendongkrak dan melepas ban mobil, maka lain kali saja penulis akan melakukannya.
    Selanjutnya nyalakan mesin kurang lebih 15 menit atau hingga kipas elektrik bekerja dan thermostat terbuka agar cairan lama bercampur dengan coolant baru. Setelah mesin dimatikan dan dingin maka periksalah reservoir yang biasanya berkurang tersedot vakuum tutup radiator. Dan tambahi reservoir dengan coolant hingga garis batas bertanda maximal.
     Begitulah kiranya cara membersihkan radiator yang jika perlu dapat dilakukan beberapa bulan sekali, sekaligus untuk menjamin mesin tidak mengalami "overhead" gara-gara radiator penuh sumbatan.

*****

Rabu, 21 Oktober 2015

Inilah tips merawat sistem pendingin mobil

Inilah tips merawat sistem pendingin mobil

mbah subowo bin sukaris

Bekerjanya sistem pendingin mobil dapat dipantau melalui indikator temperatur yang wajib ada di dashboard mobil. 
     Sistem pendingin mesin mobil terdiri dari radiator, pompa air, thermostat, kipas radiator, dan selang-selang berbagai ukuran, dan juga packing blok mesin. Kerusakan pada sistem pendingin antara lain: radiator bocor atau mampet; pompa air yang rusak seal (air keluar dari lubang udara), thermostat macet (terbuka atau tertutup terus); selang air yang bocor, dan juga rusaknya packing mesin (kompresi mesin bocor ke saluran pendingin).
    Kerusakan salah satu komponen pendinginan di atas, ibarat pompa air DAB atau Sanyo yang menyedot air tanah, bila terdapat kebocoran sebesar jarum pun, maka pompa itu tidak bisa bekerja dengan baik, lama-lama akan ngempos seiring besaran lubang bocor.
    Oleh sebab itu kita perlu mengganti/menyervis rutin radiator yang bocor, atau selang-selang getas bocor alus. Sebagai contoh bila radiator mengalami bocor sejarum, akibatnya mempengaruhi seluruh sistem pendingin mobil. Karena kebocoran itu ibarat bikin ngempos tekanan pompa sirkulasi air. Jika tekanan tinggi yang ideal tidak tercapai maka pendinginan oleh kipas radiator tidak sukses. Dan sirkulasi pompa air yang tidak lancar/mampet maka hasilnya juga cairan pendingin tidak berhasil didinginkan. Kedua sebab di atas mengakibatkan mesin selalu panas berlebih.
      Kebocoran sistem pendingin mobil juga mengurangi volume cairan (coolant), cairan yang hanya sedikit itu berubah menjadi gas dan lebih sulit lagi untuk didinginkan baik dengan kipas elektrik/mekanik maupun oleh hembusan angin dari depan.
     Sedikit pengalaman penulis, mampetnya radiator terjadi biasanya setelah overhaul mesin, baik kecil maupun besar. Karat-karat halus yang menumpuk sepanjang jalur pendinginan juga bisa mengakibatkan radiator mampet. Akibatnya bisa menambah bocoran sana-sini, atau juga pecahnya selang-selang air yang betebaran di berbagai bagian mesin. Maka sebelum terlambat service/ganti radiator yang bermasalah itu.
      Mesin yang overheat dalam skala kecil untuk jangka lama (istilah mesin yang kepanasan) mengakibatkan cepat rusaknya packing, pompa air (waterpump) dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu mencermati sistem pendingin kendaraan kita lebih teliti; apakah reservoir radiator berkurang, apakah kipas elektrik radiator berputar terlalu lama dan terlalu sering? Dan juga jarum indikator temperatur di dashboard apakah naik lebih setengah atau tidak? Terutama semua itu terjadi pada perjalanan jauh lebih dari 20 kilometer.
      Untuk mengantisipasinya ganti/service lah komponen di atas jika ada ketidakberesan pada mesin. Bisa dimulai dengan menyervice radiator. Kemudian mengganti thermostat, selang-selang yang paling vital di bagian terpanas mesin. Tutup radiator yang sudah tua harus diganti baru yang orisinil. 
    Jika semua bagian sudah diganti akan tetapi mesin masih overhead, mungkin perlu mengecek kebocoran pada saluran air di dalam mesin yang tidak tampak dari luar. Pada mobil kami Civic, terdapat saluran air berupa pipa logam yang letaknya di balik manifold, pengecekan dan penggantian komponen ini sangat perlu, karena jika bocor tak terdeteksi dari luar.
      Bisa dikatakan di sini bila pendinginan mesin mobil berjalan sempurna maka yang terjadi ialah jarang menambah cairan pendingin pada tabung reservoir. Tanda lainnya jika pendinginan kendaraan bagus maka kipas elektrik radiator akan hidup dalam waktu singkat dan tidak sering hidup. Satu lagi terakhir, temperatur pada dashboard agak berada di bawah garis setengah, untuk berbagai tingkat laju kendaraan.

*****



Tips Atasi Ban mobil berisik

Tips Atasi ban mobil berisik mbah subowo bin sukaris Kembangan ban mobil yang salah posisi bisa jadi sumber berisik dari kaki-kaki mobil.   ...